Cara Bercocok Bertanam Hidroponik

Cara Bercocok Bertanam Hidroponik – Sistem bercocok tanam hidroponik merupakan jenis bercocok tanam yang cocok bagi Anda yang tidak memiliki lahan yang cukup luas. Sistem hidroponik merupakan sistem bercocok tanam yang menggunakan media air atau tenaga kerja air dan tidak menggunakan media tanam tanah.

Cara Bercocok Bertanam Hidroponik

Karena tidak menggunakan media tanam berupa tanah maka kita harus sangat memperhatikan nutrisi air yang kita gunakan, pastikan air yang kita gunakan untuk hidroponik mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Hal ini sudah disadari oleh para petani, dimanapun tanaman tersebut itu tumbuh bila nutrisinya terpenuhi maka tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Media tanam sendiri merupakan penyangga untuk kehidupan tanaman, sedangkan air digunakan untuk melarutkan nutrisi yang diperlukan tanaman agar mudah diserapnya. Jadi bila media penyangga ini dapat digantikan maka penggunaan tanah dapat digantikan.

Para petani biasa memastikan nutrisi yang terkandung di dalam air apakah sudah terpenuhi atau belum dengan mengukurnya. Biasanya petani dapat menggunakan alat seperti TDS meter dan pH meter untuk memastikan apakah air yang digunakan sudah memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman atau belum.

Sistem bercocok tanam hidroponik sendiri biasa dilakukan dalam 6 cara yaitu :

1. Sistem AEROPONIC

Sistem AEROPONIC merupakan cara bercocok tanam hidroponik yang paling hebat dan memungkinkan petani mendapatkan hasil yang maksimal dalam waktu singkat. Sistem ini dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan yang kaya nutrisi langsung ke akar tanaman sehingga nutrisi dapat langsung terserap oleh akar tanaman. Selain itu penyemprotan ini juga mengandung oksigen yang dibutuhkan tanaman sehingga dapat tumbuh dengan maksimal dalam waktu singkat.

2. Sistem Tetes (DRIP SYSTEM)

Sistem Tetes merupakan sistem hidroponik yang menggunakan cara sederhana yaitu dengan memakai timer mengontrol pompa. Pompa ini sudah diatur agar meneteskan nutrisi pada tanaman dalam waktu tertentu, agar tanaman berdiri tegak maka tanaman ditopang memakai media tanam lain semacam cocopit, sekam bakar, ziolit, pasir dsb.

3. Sistem NFT (NUTRIENT FILM TECHNIQUE)

Sistem NFT merupakan sistem hidroponik menggunakan cara mengalirkan nutrisi secara terus menerus menggunakan bantuan pompa dan timer. Nutrisi ini dialirkan dalam gully melalui akar – akar flora yang kemudian kembali lagi ke penampungan air dan diulang secara terus – menerus.

4. Sistem EBB & FLOW SYSTEM

Sistem Ebb & Flow bekerja bekerja dengan cara membanjiri sementara pada wadah pertumbuhan dengan nutrisi hingga air sampai pada batas tertentu. Nutrisi tersebut kemudian dikembalikan ke dalam penampungan dan seperti itu seterusnya, sistem pompa ini juga dihubungkan dengan timer.

5. Sistem WATER CULTURE

Walter Culture merupakan sistem hidroponik yang cukup sederhana, sistem ini menggunakan wadah yang dapat terbuat dari Styrofoam dan mengapung langsung dengan nutrisi dan menggunakan pompa udara untuk mengalirkan oksigen ke dalam air untuk memenuhi kebutuhan oksigen tanaman.

6. Sistem WICK SYSTEM

Sistem hidroponik ini merupakan sistem yang paling banyak dipakai oleh pemula karena memang menjadi sistem yang paling sederhana. Sistem ini termasuk pasif karena tidak ada bagian yang bergerak, nutrisi yang diperlukan dialirkan ke dalam media pertumbuhan dari dalam wadah memakai sejenis sumbu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *