Cara Menanam Bawang Putih Dalam Polybag

Cara Menanam Bawang Putih Dalam Polybag – Bawang putih merupakan salah satu bumbu masak yang paling banyak digunakan, tentu di pasaran kebutuhannya akan sangat banyak. Tentu bila Anda dapat menanamnya sendiri maka ini akan menghemat pengeluaran Anda, namun bagaimana bila Anda memiliki lahan yang terbatas?

Cara Menanam Bawang Putih Dalam Polybag

Ternyata menanam bawang putih menggunakan media polybag dapat Anda lakukan sebagai alternatifnya. Bila Anda melakukan budidaya bawang putih dalam polybag dengan benar maka hasilnya juga akan menguntungkan. Namun ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan bila ingin melakukannya, berikut adalah cara menanam bawang putih dalam polybag :

Pemilihan waktu

Hal pertama yang harus Anda perhatikan disini adalah dari waktu penanamannya karena akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya bawang putih dalam polybag. Musim kemarau adalah waktu penanaman yang paling baik karena kadar air yang terlalu tinggi pada musim penghujan akan menyebabkan tanaman mati dan membusuk. Tentu hal ini karena polybag juga akan ditaruh di luar ruangan.

Menyiapkan media tanam

Tentunya hal kedua yang harus Anda perhatikan adalah media tanam yang digunakan, Anda dapat menggunakan media tanam berupa campuran tanah, pasir dan juga tambahan pupuk kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Pastikan juga Anda menggunakan tanah liat dan pupuk alami, selain itu pastikan juga pH tanah berada dalam kondisi netral. Kadar pH tanah adalah sekitar 6 – 7 pH, Anda dapat memastikannya menggunakan Soil pH Meter. Setelah semua bahan tercampur dengan baik barulah dapat Anda masukkan ke dalam polybag.

Pembibitan dan penanaman

Bila Anda menginginkan bibit yang berkecambah, maka Anda dapat mengupas bawang lebih dahulu kemudian taruh di dalam kulkas selama kurang lebih 2 minggu. Bila tidak maka setelah dikupas maka Anda dapat langsung menanamnya di dalam polybag. Tanam bibit bawang sedalam 2 – 3 cm di dalam tanah, Anda juga harus memperhatikan ujung runcing dari tanaman ini.

Ujung runcing tersebut harus Anda tanam dengan menghadap ke atas, apabila Anda menggunakan bibit yang sudah tumbuh tunas maka Anda dapat menanamnya seperti pada umumnya. Setelah Anda menanam bibit tersebut maka proses selanjutnya adalah perawatan, dengan perawatan yang baik maka hasil yang didapatkan juga akan maksimal.

Pengairan dan pemupukan

Perawatan tanaman yang harus rutin Anda lakukan adalah penyiraman, pastikan tanaman Anda tidak terlalu kering karena kekurangan air dan juga pastikan tidak terlalu banyak mendapatkan air karena tanaman dapat membusuk dan mati. Pada waktu pagi dan juga sore hari adalah waktu yang tepat untuk melakukan penyiraman. Perawatan kedua yang perlu Anda perhatikan adalah pemupukannya, Anda sebaiknya melakukan pemupukan setiap minggu sekali dengan menggunakan pupuk kandang atau pupuk NPK dengan kadar yang pas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *