Seberapa Panas Lava

Seberapa Panas Lava – Anda tentu sudah tahu bahwa gunung berapi yang masih aktif pastilah menyimpan lava di dalamnya. Namun apakah Anda tahu dari apa lava itu terbentuk?

Seberapa Panas Lava

Lava sendiri merupakan batuan yang meleleh yang keluar dari gunung api, aliran lava sendiri saat keluar dari gunung berapi dapat mencapai suhu ribuan derajat Fahrenheit.

Lava yang berada pada titik suhu terendah setara dengan temperatur oven yaitu sekitar 570 Fahrenheit, sedangkan suhu lava yang lebih tinggi bisa mencapai 895 fahrenheit menurut data dari United States Geological Survey (USGS).

Aliran lava yang keluar dari gunung berapi yang berwarna merah menyala suhunya dapat mencapai 1.165 Fahrenheit, suhu tersebut masih lebih rendah dibandingkan aliran lava yang berwarna orange berkilau yang suhunya sendiri dapat mencapai 1.600 Fahrenheit pada kondisi tersebut.

Namun ada lava yang lebih panas lagi yang ditemukan yaitu saat batu mencair seperti magma di dalam gunung api KÄ«lauea di Hawaii, lava pada gunung berapi tersebut dapat mencapai 2.120 fahrenheit atau sama dengan 1.160 celcius.

Tentu untuk mengukur suhu lava tersebut tidak dapat menggunakan termometer biasa, selain akan meleleh lebih dulu juga sangat berbahaya untuk mengukurnya. Untuk mengukur suhu lava paling tidak harus menggunakan termometer inframerah yang dapat mengukur suhu suatu benda tanpa menyentuhnya.

Selain itu pengukuran suhu lava juga dapat menggunakan metode spektroskopi yaitu pengukuran suhu suatu benda dengan mengamati pancaran warna cahaya yang dikeluarkannya. Cara ini dilakukan juga untuk mengukur suhu matahari dan bintang – bintang namun tentunya dengan teknik dan teknologi yang jauh lebih kompleks.

Lava Berwarna Biru

Di Indonesia atau lebih tepatnya di kawah Ijen juga mempunyai lava yang berwarna biru. Gunung Ijen sendiri dikenal sebagai stratovolcaono yaitu gunung yang terbentuk dari beberapa lapisan lava, abu dan partikel batuan seperti yang dilansir oleh IFL Science.

Diperkirakan, kawah ijen ini mempunyai lava yang bersuhu mulai dari 600 hingga 900 celcius, sedangkan api berwarna biru itu diakibatkan oleh banyak pelepasan energi dibandingkan dengan api berwarna merah jingga.

Terdapat reaksi kimia yang terjadi selama proses pembakarannya dan warna api yang dihasilkan akan menunjukkan kuantitas rendah atau tingginya energi yang dilepaskan pada saat pembakaran tersebut. Pelepasan energi tingkat menengah akan menghasilkan api yang berwarna hijau, sedangkan api dengan warna biru memiliki pelepasan energi yang paling besar.

Gunung berapi akan melepaskan beberapa elemen yang dapat menghancurkan benda – benda di sekitarnya saat ia meletus dan Gunung Ijen sendiri diketahui meletus pada tahun 1999 yang kini menyisakan kawah sekitar 22 kilometer pada ketinggian 2.444 mdpl.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *