Kategori: Blog

Proses Panen dan Pasca Panen Kedelai

Proses Panen dan Pasca Panen Kedelai – Kacang kedelai merupakan jenis tanaman yang termasuk dalam keluarga polong – polongan. Pemanfaatan kacang kedelai ini banyak diolah menjadi makanan seperti kecap, tahu, dan tempe. Menurut catatan sejarah, kacang kedelai ini sudah mulai dibudidayakan sejak dari 3500 tahun yang lalu di Asia Timur.

Proses Panen dan Pasca Panen Kedelai

Sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia dipasok dari tanaman kedelai ini yang telah dipanen biji kacang kedelainya. Saat ini Amerika Serikat merupakan pemasok terbesar kacang kedelai di dunia dan baru mulai dibudidayakan masyarakat di luar Asia mulai dari tahun 1910.

Untuk mendapatkan kacang kedelai yang baik dalam kualitas dan kuantitasnya maka diperlukan proses pemanenan dan pasca panen yang baik. Sering kali kacang kedelai berkurang kualitas dan kuantitasnya karena pengolahan pasca panen yang kurang baik.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, berikut adalah proses panen dan pasca panen kedelai yang baik :

Tahap Pemanenan
Tahapan pemanenan ini dilakukan berdasarkan umur panen sesuai dengan jenis varietas dan tanda fisiknya. Untuk mendapatkan hasil panen yang baik lebih baik menggunakan sabit bergerigi dan sebaiknya bersihkan gulma atau ilalang terlebih dahulu agar tidak ada hasil panen yang tertinggal.

Tanaman kacang kedelai yang sudah siap panen adalah sebagai berikut :

  • Sudah matangnya tanaman kedelai (Hal ini berdasarkan jenis varietas kedelai) yaitu sedikitnya 95% polong pada batang utama telah berwarna kuning kecoklatan (Warna polong yang sudah masak)
  • Batang tanaman sudah mengering dan daunnya sudah rontok
  • Kadar air kacang kedelai sekitar 25 % dan kulit polongnya mudah terkelupas
  • Proses panen yang baik biasanya dilakukan saat matahari bersinar (cerah dan tidak hujan) biasanya dimulai pada jam 9 pagi
  • Alat panen yang biasa digunakan disini adalah Sabit bergerigi, Sabit Biasa, Golok, dan gatul.

Tahap Pengangkutan
Proses pengangkutan ini dapat dilakukan menggunakan bantuan sepeda motor, gerobak atau di pikul.
Cara pengankutan berangkasan kedelai antara lain :

  • Kumpulkan Berangkasan kedelai di atas terpal
  • Berangkasan kedelai kemudian di tutupi oleh terpal kemudian ikatlah menggunakan tali
  • Setelah itu berangkas kedelai ini siap untuk diangkut menggunakan cara Anda sendiri

Tahap Pengeringan
Tahap pengeringan ini dapat dilakukan menggunakan dua cara, yaitu :

Pengeringan dengan menggunakan sinar matahari

  • Susun berangas kedelai yang akan dijemur dengan ketebalan 20 cm di atas lantai jemur/terpal, buat berangas ini hingga merata pada seluruh permukaan
  • Selama pengeringan sebaiknya balik berangas ini setidaknya 2 jam sekali, hal ini dilakukan untuk mendapatkan tingkat kadar air hingga 17 % yang di tandai dengan mudahnya polong pecah
  • Pengeringan dilakukan 2 – 3 hari dengan sinar matahari yang terik atau tidak terganggu hujan atau mendung

Pengeringan berangkasan kedelai menggunakan Mesin Pengering (dryer )

  • Kapasitas dryer ini sebesar 1 ton. Berangkasan kedelai ini dikeringkan dengan waktu pengeringan sekitar 6 – 8 jam. Proses pengeringan menggunakan mesin ini dilakukan dengan suhu 60 derajat celcius

Proses pengeringan ini dilakukan untuk menurunkan kadar air pada kacang kedelai. Biasanya untuk pengeringan dalam skala besar, petani akan menggunakan alat ukur guna mengukur kadar air dengan tepat. Biasanya petani akan menggunakan alat ukur kadar air atau moisture meter untuk mengukur tingkat kadar air kacang kedelai.
Salah satu alat ukur yang terbaik dengan keakurasian yang tinggi adalah Moisture Meter JV006. Alat ini akan sangat membantu dalam pengukuran kadar air kacang kedelai.

Tahap Perontokan
Tahap perontokan ini dapat dilakukan menggunakan tongkat pemukul (batang pelepah kelapa dan rotan), selain itu juga bisa dilakukan dengan menginjak – injaknya. Selain dengan cara tradisional, perontokan ini juga dapat dilakukan menggunakan mesin perontok atau power threser. Perontokan yang dilakukan menggunakan mesin perontok atau power threser ini memiliki berbagai keunggulan seperti :

  • Akan mengefisienkan tenaga, waktu dan biaya
  • Tingkat kotoran rendah hanya 5 %
  • Susut tercecer rendah hanya 5 %

Penyimpanan
Tahap paling akhir dalam pengolahan pasca panen kedelai ini adalah penyimpanan. Sebelum biji kedelai disimpan perlu untuk disortasi atau dibersihkan terlebih dahulu untuk memisahkan biji yang rusak, biji gepeng, atau yang ukurannya terlalu kecil.

Proses penyimpanan ini sendiri dilakukan dengan cara berikut :

  • Setelah disortasi dan dibersihkan, biji kedelai ini disimpan dalam karung goni yang dilapisi karung plasik untuk disimpan dalam jangka waktu tertentu
  • Penyimpanan biji kedelai dengan karung dilakukan agar biji kedelai tidak rusak dalam pengankutan dan terhindar dari pembusukan
  • Biji kedelai disimpan dalam suhu kamar 27 derajat celcius dengan kadar air sekitar 12%

Demikian adalah proses panen dan pasca panen kacang kedelai untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal.

3 Alat Ukur Kadar Air Terbaik

3 Alat Ukur Kadar Air Terbaik – Kadar air bijian merupakan faktor penting yang akan mempengaruhi kualitas dari bijian tersebut. Hal ini karena dengan kadar yang sesuai maka bijian akan dapat disimpan dalam waktu yang lama sebelum diolah atau dijual.

 promo grain moisture meter pp

Namun bagi Anda yang memiliki usaha dibidang pertanian ataupun pengepul komoditas pertanian berupa bijian sering kali bingung dalam mengukur kadar air bijian. Bijian dengan kadar air yang masih tinggi akan membuat bijian tersebut mudah busuk karena pelapukan dan mudah terserang jamur.

Penggunaan alat ukur kadar air bijian menjadi solusi terbaik Anda dalam mengukur kadar air bijian, namun seringkali Anda dibuat bingung untuk memiliki alat ukur kadar air bijian yang tepat. Jika Anda masih bingung memilih alat ukur kadar air bijian yang tepat, berikut akan kami ulas mengenai 3 alat ukur kadar air terbaik yang dapat menjadi referensi bagi Anda. Berikut adalah 3 alat ukur kadar air terbaik :

1. Alat Pengukur Kadar Air Model Tusuk TK100
Alat Pengukur Kadar Air Model Tusuk TK100 merupakan alat ukur kadar air bijian yang menggunakan 2 buah garpu model tusuk. Alat ini merupakan alat ukur kadar air yang menggunakan teknologi canggih yang akan mengukur kadar air secara elektris. Dibandingkan alat ukur kadar air model tusuk lainnya, TK100 ini dapat dibilang merupakan alat terbaik dimodelnya. Untuk lebih jelasnya berikut adalah fitur TK100 :
– Desain alat yang simpel dan portabel
– Menggunakan metode pengukuran secara elektris
– Range pengukurannya antara 0 – 80%

Dengan modelnya yang menggunakan garpu tusuk alat ini cocok untuk digunakan pada pengukuran dalam skala masal. Biasanya kalangan industri menggunakan alat ini untuk dapat melakukan pengukuran dengan cepat. Hal ini merupakan keunggulan dari alat ini.

2. Alat Ukur Kadar Air JV-010S
Alat Ukur Kadar Air JV-010S adalah alat ukur kadar yang menggunakan model tuang dalam pengukurannya. Alat ini memiliki desain yang lebih besar dibanding dengan TK100 namun memiliki tingkat akurasi yang lebih baik. Alat ini sudah dilengkapi fitur kompensasi suhu secara otomatis yang digunakan untuk mengembalikan keakurasian hasil pengukuran. Berikut adalah fitur dari Alat Ukur Kadar Air JV-010S :
– Tingkat keakurasian hasil pengukuran yang baik
– Desainnya yang agak besar cocok untuk pengukuran bijian dengan sampel yang lebih banyak
– Range pengukuran mulai dari 0 – 40%
– Respon pengukuran yang lebih cepat dibanding TK100

Dengan fiturnya tersebut alat ini cocok digunakan untuk Anda seorang pengepul untuk mendapatkan tingkat keakurasian yang baik dalam pengukuran. Pengukuran yang dilakukan dapat menggunakan sampel bijian secara random saja.

3. Alat Ukur Kadar Air Bijian JV006
Alat Ukur Kadar Air Bijian JV006 dapat dikatakan sebagai alat ukur kadar air yang lebih baik dari kedua alat yang sudah dibahas di atas. Hal ini karena walaupun menggunakan pengukuran model tuang, namun alat ini mempunyai desain yang simpel dan portabel. Hal ini membuat alat ini mudah untuk dibawa, selain itu tingkat keakurasian alat ini juga sama baiknya seperti JV-010S.

Sama seperti JV-010S, alat ini juga sudah dilengkapi dengan fitur kompensasi suhu otomatis yang dapat mengembalikan keakurasian hasil pengukuran. Jumlah sampel yang diukur menggunakan juga memerlukan sedikit sampel saja. Untuk lebih jelasnya berikut adalah fitur JV006 :
– Desain alat yang simpel dan portabel
– Memiliki tingkat akurasi yang baik
– Dilengkapi fitur auto off
– Dapat digunakan untuk mengukur kadar air banyak varietas bijian yang tidak dimiliki TK100 dan JV-010S

JV006 ini bisa dibilang mengambil fitur terbaik dari JV-010S dan TK100 sehingga sangat cocok digunakan oleh kalangan industri maupun petani dan pengepul bijian. Varietas bijian yang dapat diukur dengan alat ini juga tergolong lebih banyak dibanding kedua alat tersebut.

Selain unggul dari segi fitur, bila Anda membeli produk JV006 ini sekarang Anda akan mendapatkan potongan hingga 30%. Promo dilakukan oleh CV. Java Multi Mandiri hingga akhir tahun 2017. Untuk mendapatkan info promo Anda dapat melihatnya disini.

Syarat Beras Untuk Disimpan

Syarat Beras Untuk Disimpan – Beras merupakan bahan makanan pokok di negara kita karena menyumbang hingga 70% kebutuhan bahan pokok masyarakat. Kandungan karbohidratnya sebagai komposisi utama dan beberapa vitamin maupun mineral akan membuat tubuh kita kuat menjalani aktivitas sehari – hari.

Syarat Beras Untuk Disimpan

Namun terkadang ada saja kasus adanya masalah atau gangguan kesehatan karena konsumsi beras yang diolah menjadi nasi yang kita konsumsi sehari – hari. Hal ini dapat disebabkan karena beberapa faktor seperti kualitas beras yang memang buruh atau bisa saja karena kesalahan kita dalam menyimpan beras.

Bagi Anda yang berbelanja beras dalam jumlah banyak sekaligus untuk menghemat waktu selama berbelanja tentu membutuhkan beras yang tahan lama untuk disimpan dalam waktu lama. Kebanyakan masyarakat kita masih kurang paham mengenai cara penyimpanan beras yang baik dan cenderung sudah merasa aman menyimpan beras secara konvensional. Mereka beranggapan asal beras disimpan tidak melebihi kurun waktu tertentu maka beras masih aman untuk dikonsumsi.

Sebenarnya beras ini daya tahannya selama penyimpanan dapat kita perpanjang dengan beberapa cara, namun sebagian dari kita belum tahu. Untuk itu mari kita simak beberapa cara berikut :

1. Kita harus memastikan bahwa beras yang akan kita simpan memang beras dengan kualitas yang baik dan tentunya beras baru. Hal ini sangat penting untuk menentukan kualitas beras agar tetap terjaga dalam waktu yang lama, karena bila beras yang kita simpan bukan yang berkualitas baik maka hasil yang kita peroleh tidak akan maksimal.

2. Cara kedua adalah dengan menjaga suhu tempat penyimpanan beras, jaga agar tidak terlalu panan atau dingin (lembab). Bila suhu tempat penyimpanan beras suhunya labil maka dapat menyebabkan beras berbau apek maupun adanya serangga pada beras. Hal ini dapat menyebabkan bau yang membuat kita tidak selera memakannya walaupun kualitas beras masih baik.

3. Anda juga harus memastikan apakah tempat penyimpanan ini tahan terhadap karat atau tidak. Sebab bila tempat penyimpanan beras kita mudah berkarat maka juga akan berakibat menurunkan kualitas beras.

4. Bila beras yang kita simpan untuk keperluan konsumsi maka jangan menyimpan beras dalam waktu yang lama karena akan mudah dimakan kutu. Berbeda dengan beras bulog yang dapat disimpan dalam waktu lama karena memang mekanisme penyimpanannya yang sudah sangat diperhatikan.

5. Agar beras yang kita simpan dapat terhindar dari serangan hama atau serangga maka lebih baik kita mencampurkan dua hingga tiga tangkai daun asam Jawa atau daun belimbing buluh yang sudah kering dan bersih. Selain itu kita juga dapat menambahkan beberapa batang lada kering atau beberala helai daun limau ke dalam beras karena aroma dari bahan – bahan tersebut tidak disukai oleh serangga.

6. Perhatikan kadar air beras yang akan disimpan. Sebagai Contohnya bila Anda akan menyimpan beras dalam waktu 1 – 3 bulan maka kadar air beras ini 13 – 14 % ; Sedangkan 4 – 6 bulan kadar airnya setidaknya 12% dan apabila akan disimpan dalam waktu 7 – 12 bulan maka kadar air beras ini 11%. Untuk mengukur kadar air beras ini Anda dapat menggunakan Moisture Meter JV006 yang merupakan alat ukur kadar air pada bijian termasuk beras. Alat ini akan membantu Anda dalam mengukur kadar air beras dengan akurat.

Ciri Gabah Bermutu Baik

Ciri Gabah Bermutu Baik – Mutu gabah merupakan sekumpulan sifat-sifat fisik individual atau komponen mutu penyusun dari gabah itu sendiri. Kualitas gabah yang baik akan menghasilkan beras dengan kualitas yang baik pula. Faktor – faktor yang berpengaruh terhadap mutu gabah adalah kadar air, densitas gabah, rasio P/L, penampakan (grain appearance) dan derajat sosoh gabah tersebut.

Ciri Gabah Bermutu Baik

Kadar air gabah adalah presentase kadar air yang dinyatakan dalam persen dengan membandingkan berat basah (wet basis) gabah dengan berat kering (dry basis) gabah. Secara teori kadar gabah dalam keadaan basah batas maksimalnya adalah 100 persen, sedangkan bila berdasarkan berat kering maka bisa lebih dari 100 persen.

Kadar air gabah ini memegang peranan penting yang sangat mempengaruhi kualitas gabah karena kadar air akan berpengaruh pada penampakan, tekstur, dan citarasa dari beras yang dihasilkan nantinya. Kadar air pada gabah juga akan berpengaruh pada ketahanan atau daya awet bahan pangan tersebut.

Gabah dengan kadar air yang tinggi akan mengakibatkan mudahnya bakteri, kapang, dan khamir untuk berkembang biak pada gabah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan menurunnya kualitas dari gabah tersebut. Kadar air yang tinggi akan mengakibatkan hal sudah disebutkan tadi yang akan berujung pada pembusukan gabah.

Pengujian kadar air gabah dilakukan dengan tujuan untuk menentukan kadar air yang ada pada gabah tersebut. Faktor kadar air ini akan sangat berpengaruh terhadap proses penggilingan, kadar air yang tinggi yang melebihi dari 14% akan membuat padi akan terasa lunak atau lembek yang apabila digiling maka akan mengakibatkan padi menjadi patah atau rusak.

Kerusakan gabah yang diakibatkan karena proses kimia, biokimia, maupun mikrobia juga dipengaruhi karena faktor kadar air yang terlalu tinggi sehingga akan menimbulkan pembusukan saat gabah ini disimpan. Gabah akan lebih kuat saat proses penggilingan dan akan lebih tahan terhadap kerusakan bila memiliki kadar air yang sama dengan atau bahkan kurang dari 14%. Oleh sebab itu bila gabah ini akan disimpan dalam waktu yang lama maka gabah ini harus mempunyai nilai kadar air maksimal 14%, akan lebih baik lagi jika kurang dari itu.

Untuk menghitung kadar air ini biasanya petani atau pengepul gabah akan menggunakan alat ukur. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kadar air gabah ini adalah moisture meter atau alat ukur kadar air. Moisture meter JV006 merupakan salah satu jenis moisture meter atau alat ukur kadar air yang banyak digunakan.

Hal ini tentu karena JV006 mempunyai banyak fitur unggul dan kekaurasian hasil pengukuran yang baik. Tidak hanya itu jika Anda membeli produk JV006 saat ini, Anda akan mendapatkan promo potongan 30% spesial akhir tahun 2017. Segera hubungi kami untuk medapatkan penawaran dan promo terbaik.

Proses Pemanenan Buah Kakao

Proses Pemanenan Buah Kakao – Coklat merupakan makanan yang sudah banyak dikenal di seluruh dunia. Makanan yang memiliki rasa manis ini dibuat dari biji buah kakao yang pada dasarnya justru berasa pahit. Dengan biji kakao yang baik saat dipanen dan proses setelah panen maka akan dihasilkan coklat yang baik.

Proses Pemanenan Buah Kakao

Pemanenan buah kakao ini biasa dilakukan pagi hari agar siangnya buah kakao dipecahkan. Proses pemecahan Anda dapat menggunakan batu atau alat khusus untuk memecahkan kulit buah kakao yang agak keras. Kulit buah kakao yang sudah terkelupas ini biasanya akan dimasukkan ke dalam sebuah kotak dan kondisi buah yang dipanen sebaiknya yang sudah matang secara pisiologis bukan matang yang utuh.

Cara memanen buah kakao ini sebaiknya potonglah tangkai buah 1/3 bagian dari tangkai buah. Bila Anda memotong sampai ke pangkal buahnya, maka akan menghambat pembentukan bunganya dan bila Anda melakukannya secara terus menerus maka dapat membuat jumlah produksi kakao akan menurun.

Kualitas biji kakao yang dipanen bisa saja berbeda – beda, hal ini biasanya disebabkan karena lemahnya pengawasan mutu yang ada, selain itu minimnya sarana pengolahan dan juga tahapan pengolahan biji kakao yang tidak baik juga akan membuat kualitasnya menurun. Proses pengolahan biji kakao ini juga akan sangat mempengaruhi kualitas dari biji kakao yang dihasilkan setelah panen. Oleh sebab itu berikut adalah cara pengolahan buah kakao yang baik dan benar :

Cara Mengolah Hasil Panen Kakao:

1. Pemeraman Buah

  • Pemeraman ini merupakan proses yang bertujuan untuk memperoleh kematangan buah agar lebih seragam dan juga agar biji kakao lebih mudah untuk dikeluarkan
  • Masukan buah yang telah dipanen ke dalam keranjang yang sudah dialasi dengan daun tutup kembali dengan daun
  • Proses pemeraman ini dilakukan pada tempat yang teduh dengan lama waktu antara 5 hingga 7 hari dengan sesekali diaduk

2. Pemecahan Buah

  • Proses pemecahan biji kakao ini dilakukan untuk mengambil semua biji kakao dalam buah, namun hal ini harus dilakukan dengan hati – hati agar tidak merusak biji kakao tersebut. Bila Anda tidak yakin memecahkannya dengan cara manual maka Anda dapat menggunakan alat untuk memecahnya untuk menghindari kerusakan biji buah kakao
  • Biji kakao yang telah diambil ini kemudian dimasukkan ke dalam ember plastik sedangkan untuk empulur yang melekat pada biji harus dibuang

3. Fermentasi
Proses fermentasi ini dilakukan untuk menghilangkan kulit lendir yang terdapat dalam biji kakao tersebut. Dengan kulit lendir yang dibuang akan menghasilkan biji kakao yang beraroma baik, berkualitas dan membuatnya terhindar dari hama atau jamur yang dapat merusak biji. Untuk melakukan tahap ini Anda membutuhkan kotak fermentasi yang terbuat dari papan 2,5 cm, keranjang bamboo, karung goni serta daun pisang yang akan digunakan sebagai penutup nantinya.

4. Perendaman dan Pencucian Biji
Kemudian agar proses fermentasi ini dapat terhenti maka dilakukan proses perendaman. Selain itu proses ini dilakukan juga bertujuan agar biji kakao menjadi lebih baik dan warna nya menjadi lebih bagus dan cerah. Sebaiknya sebelum melakukan pencucian, rendam biji kakao ini selama kurang lebih 3 jam. Anda dapat melakukan proses pencucian ini dengan menggunakan cara manual dan juga menggunakan mesin atau alat.

5. Pengeringan Biji
Selanjutnya biji kakao ini harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum disimpan untuk mendapatkan hasil buah kakao dengan tingkat kekeringan yang sempurna. Untuk proses ini Anda dapat memakai mesin oven pengering serbaguna. Proses pengeringan dilakukan untuk :

  • Mengurangi kadar air yang ada pada biji kakao agar biji kakao dapat tahan lama ketika disimpan
  • Agar rasa pahit dan sepatnya dapat berkurang atau hilang
  • Menjadikan biji kakao ini berwarna cokelat
  • Nilai jualnya di pasaran menjadi lebih tinggi

Dalam proses ini dilakukan hingga biji kakao memiliki tingkat kadar air sekitar 6 -7 %. Biasanya para petani kakao akan menggunakan alat ukur kadar air atau Moisture Meter untuk mengukurnya. Salah satu moisture meter terbaik untuk mengukur kadar air biji kakao adalah Moisture Meter JV006.

Cara Menjemur Padi Yang Benar

Cara Menjemur Padi Yang Benar – Padi merupakan komoditi yang menjadi bahan pokok yang ada di negara kita yang menjadi pilihan utama masayarakat. Padi ini berasal dari gabah kering yang telah digiling dan melalui serangkaian proses pengeringan.

Cara Menjemur Padi Yang Benar

Karena padi ini menjadi makanan pokok di negara oleh karena itu kebutuhannya juga harus banyak. Hal ini tentu harus didukung dengan sistem pertanian kita yang baik agar dapat menekan masuknya beras impor.

Oleh karena itu petani dan ahli dalam bidang pertanian terus berusaha mengembangkan teknik pertanian yang efektif untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Proses pemanenan padi sendiri dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu secara manual dan dapat juga menggunakan cara modern yaitu menggunakan mesin pemanen padi. Setelah proses pemanenan maka gabah ini akan memasuki proses penjemuran. Biasanya kendala terbesar dalam proses ini adalah masalah cuaca yang tidak menentu. Mendung dan hujan akan sangat berpengaruh dalam proses ini karena akan memperlama proses ini.

Apabila masalah ini terjadi secara rutin setelah padi dipanen maka dapat menyebabkan menurunnya kualitas padi tersebut karena tidak langsung mengalami proses penjemuran. Hal ini akan berakibat pada saat proses penggilingan padi yaitu padi akan mudah patah dan rusak dalam proses penggilingan.

Proses pengeringan ini dilakukan hingga padi atau gabah memiliki kadar 13 – 14 % dimana ini merupakan kadar ideal yang sesuai bila padi akan disimpan atau digiling. Anda dapat mengukur kadar air ini menggunakan alat ukur kadar air bijian atau moisture meter. Salah satu moisture meter terbaik disini adalah Moisture Meter JV006 yang akan mengukur kadar air dengan akurat.

Untuk mendapatkan padi yang kering dengan baik, maka berikut adalah cara mengeringkan padi yang baik dan benar.

Cara Menjemur Padi Yang Benar :

1. Jemur padi diterik matahari

Hal ini merupakan cara yang umum digunakan untuk mengeringkan padi atau gabah, hal ini sudah diketahui oleh setiap petani untuk mendapatkan hasil kering yang maksimal. Oleh karena itu maksimalkan kondisi saat matahari bersinar terik untuk menjemur gabah hingga mendapatkan tingkat kekeringan yang sesuai baik untuk disimpan maupun digiling. Panas matahari merupakan salah satu sumber panas yang baik digunakan untuk menjemur padi atau gabah.

2. Angin-anginkan padi/gabah

Apabila cuaca kurang mendukung untuk mengeringkan padi atau gabah maka petani akan mengeringkannya dengan mengangin – anginkannya. Proses pengeringan ini harus tetap dilakukan untuk mencegah padi tersebut menjamur atau membusuk.

3. Jemur padi dilantai semen

Penggunaan lantai semen ini bertujuan agar padi yang dijemur dapat cepat kering, berbeda halnya bila padi atau gabah dijemur di atas karung goni. Sinar matahari yang mengenai lantai semen atau ubin akan menimbulkan panas secara berganda yang akan membuat padi yang dijemur di atasnya akan cepat kering. Disini petani cukup meratakan padi atau gabah yang dijemur dan kemudian membolak – balikkannya dan tunggu hingga padi atau gabah kering secara sempurna.

4. Keringkan dengan menggunakan mesin

Bila cuaca memang benar – benar tidak mendukung untuk pengeringan padi atau gabah biasanya petani akan mengeringkannya dengan menggunakan mesin pengering. Namun cara ini tentu akan memakan cukup banyak biaya jadi para petani perlu untuk menghitung biaya pengeringan untuk dapat mengefisienkan anggarannya.

Proses Pasca Panen Padi

Proses pasca panen padi merupakan berbagai proses pengolahan padi mulai dari pemanenan hingga proses menjadi beras yang siap konsumsi. Semua proses ini ada yang masih secara manual atau tradisional dan ada yang sudah menggunakan alat atau teknologi yang semi modern.

Proses Pasca Panen Padi

Teknologi pasca panen padi adalah hal yang sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil panen karena bila tahap ini tidak dilakukan dengan baik maka akan berpotensi menurunkan kualitas hasil panen.

Kadar air gabah yang baru saja dipanen biasanya memiliki sekitar 22 % sampai 25 % kadar air. Dengan kandungan kadar air yang masih setinggi itu maka gabah tersebut tidak dapat langsung digiling karena selain masih sukar untuk melepaskan kulitnya juga apabila tetap dipaksakan maka akan membuat bulir padi menjadi rusak.

Setelah dipanen biasanya gabah akan segera dirontokan dari tangkainya dengan berbagai cara. Cara tersebut ada yang menggunakan alat atau dengan cara manual dipukulkan di papan yang bercelah yang membuat bulir – bulir gabah dapat lepas dari malainya.

Biasanya proses perontokan ini akan mengurangi hasil panen anatar 5 % – 8 % entah itu dengan alat atau menggunakan cara manual. Untuk meminimalisir hal tersebut petani biasanya menggunakan alat perontok semi mekanis (pedal threser) atau perontok mekanis (power threser) dimana gabah ini disebut dengan Gabah Kering Panen (GKP).

Agar gabah ini menjadi gabah kering yang siap giling maka gabah ini akan dijemur pada lantai jemur atau lamporan. Lantai jemur yang terbuat dari semen yang mana pada bagian tengahnya dibuat lebih tinggi untuk mencegah berkumpulnya air bila terjadi hujan. Lantai ini biasa menggunakan alas terpal atau tikar yang bertujuan membuat gabah tidak akan terkena panas secara langsung yang berlebihan dari lantai semen. Terpal ini juga berguna untuk menutupi gabah bila sewaktu – waktu terjadi hujan karena mudah dilipat.

Gabah Kering Giling (GKP) merupakan gabah yang sudah melalui proses penjemuran hingga memiliki kadar air 14% atau bahkan kurang. Dengan kadar air dengan nilai itu maka gabah akan siap untuk digiling ataupun bila akan disimpan dalam waktu yang cukup lama maka gabah akan tahan terhadap pembusukkan.

Para petani biasa menggunakan alat ukur kadar air atau moisture meter untuk mengukur kadar air gabah siap giling ini. Salah satu moisture meter yang terbaik adalah Moisture Meter JV006 yang dapat mengukur kadar air berbagai macam bijian seperti halnya dengan gabah. Alat ini akan mengukur kadar air gabah dengan sangat akurat.

Proses Penggilingan

Bila gabah sudah mempunyai kadari air 14% atau dibawahnya maka selanjutnya gabah dibersihkan dari jerami, kerikil, tanah, dll yang mungkin ada sebelum masuk proses penggilingan. Hal ini bertujuan agar tidak mengurangi kapasitas giling dan merusak alat pengiilingan itu sendiri.

Proses penggilingan ini secara umum terbagi dalam 3 proses untuk menghasilkan beras dengan kualitas terbaik, proses tersebut adalah :

1. Proses pecah kulit / sekam gabah
Proses ini menggunakan mesin yang disebut huller atau husker yang merupakan mesin pemecah kulit. Mesin ini menggunakan bahan baku gabah kering giling dan keluarannya biasa dikenal dengan beras pecah kulit.

2. Proses penyosohan beras pecah kulit
Proses selanjutnya beras pecah kulit ini akan dimasukkan ke dalam mesin sosoh / mesin pemutih dimana mesin ini akan mengikis aleuron (kulit ari). Di mesin ini Aleuron akan menjadi dedak dan bulir padi akan menjadi beras putih.

3. Grading (pemisahan ukuran beras)
Beras putih yang merupakan hasil sosoh perlu di pisahkan menurut ukurannya. Pemisahan berdasarkan ukurannya untuk menentukan apakah beras masuk ke dalam beras kepala (utuh), beras patah, atau beras menir. Setelah itu beras akan dicampur lagi untuk menentukan harga jualnya.

Ciri Biji Kopi Yang Baik

Ciri Biji Kopi Yang Baik – Kopi merupakan salah satu minuman yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia. Hampir semua kalangan menyukai kopi atau setidaknya pasti pernah meminum kopi. Kopi ini sering dijadikan minuman saat kita bersantai maupun saat kumpul – kumpul.

Ciri Biji Kopi Yang Baik

Sekarang kopi sendiri tidak hanya dijual dalam bentuk bubuk siap seduh saja, namun kini kopi juga dijual dalam bentuk biji kopi siap giling. Namun apakah Anda tahu ciri biji kopi yang baik dan siap giling sebelum membelinya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ciri biji kopi siap giling yang baik sebelum Anda membelinya :

1. Perhatikan Tanggal sangrainya
Sebelum Anda membeli biji kopi siap giling, pertama perhatikan kapan tanggal sangrai biji kopi tersebut. Hal ini merupakan hal yang penting, karena dengan mengetahui tanggal sangarainya maka Anda dapat memilih biji kopi yang masih fresh atau segar. Bila Anda membeli biji kopi yang masih fresh maka kopi yang Anda buat juga akan memiliki kualitas yang tinggi.

2. Mencium Aroma Biji Kopi
Sebelum membeli biji kopi ada baiknya Anda juga mencium aroma biji kopi tersebut. Bila Anda sudah terbiasa meminum kopi maka Anda akan tahu mana biji kopi dengan kualitas yang baik dan mana yang kurang, biji kopi yang baik akan mempunyai aroma khas kopi. Biji kopi dengan aroma yang tebal pasti akan mempunyai kualitas yang baik juga. Bila aroma ini tidak tercium maka biji kopi tersebut memiliki kualitas yang kurang dan sebaiknya Anda mengjindari yang seperti ini.

3. Pahami Kualitas Biji Kopi
Selain kedua hal tersebut, pemahaman tentang biji kopi yang baik juga akan memudahkan Anda dalam memilih biji kopi yang baik. Jika Anda tidak punya pemahaman yang baik Anda dapat mencari referensi terlebih dahulu baik bertanya ataupun dengan mencari tahu di internet. Kami juga memberi saran untuk bertanya di forum – forum pecinta kopi yang terdapat di internet untuk menambah wawasan Anda tentang kopi.

4. Lakukan Eksperimen dengan Biji Kopi Lain
Bila Anda yang tidak terlalu sering mengkonsumsi kopi mungkin dengan mencicipi satu jenis kopi saja Anda akan merasa cocok. Namun kami sarankan untuk mencoba beberapa jenis kopi agar Anda dapat membandingkannya dan dapat memilih mana biji kopi yang paling cocok dengan Anda. Selain dapat menentukan kopi yang paling cocok untuk Anda, hal ini juga akan menambah pengetahuan Anda tetang kopi.

5. Pastikan Kadar Air Biji Kopi
Kadar air biji kopi juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan sebelum Anda membeli biji kopi. Hal ini khususnya bila Anda akan membeli dalam jumlah yang banyak. Biji kopi dengan kadar air yang besar bila disimpan dalam waktu yang cukup lama akan menurunkan kualitasnya. Oleh karena itu pastikan biji kopi yang akan kita beli memiliki kadar air sekitar 8 – 10 %.

Biasanya para pengusaha atau industri pengolahan kopi akan menggunakan alat ukur kadar air atau moisture meter untuk mengukur kadar air biji kopi. Dan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat Anda dapat menggunakan Moisture Meter JV006 untuk mengukur kadar air biji kopi yang memang sudah terkenal keakuratannya.