
Dalam dunia farmasi yang sangat diatur, setiap detail kemasan memiliki peran krusial dalam menjaga integritas, keamanan, dan efikasi produk. Salah satu aspek yang seringkali teknis namun fundamental adalah ketebalan film barrier. Ketebalan yang tepat bukan hanya soal perlindungan fisik, tetapi juga tentang memastikan stabilitas kimia produk dari faktor eksternal seperti kelembaban, oksigen, dan cahaya. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengapa ketebalan film barrier sangat penting, bagaimana sains di baliknya bekerja, serta panduan praktis untuk menentukannya sesuai standar industri.
Ketebalan film barrier secara langsung mempengaruhi Tingkat Transmisi Uap Air (WVTR) dan Tingkat Transmisi Oksigen (OTR). Ketebalan yang tidak memadai dapat menyebabkan degradasi produk, mengurangi masa simpan, dan bahkan membahayakan pasien.
Pemilihan material adalah langkah pertama dalam merancang kemasan yang efektif. Setiap material memiliki karakteristik barrier yang unik.
Material umum termasuk Polivinil Klorida (PVC), Polivinilidena Klorida (PVdC), dan Cold Form Foil (Alu-Alu). Masing-masing menawarkan tingkat perlindungan yang berbeda terhadap kelembaban dan oksigen.
Film barrier bekerja dengan menciptakan jalur yang berliku-liku bagi molekul gas dan uap air, secara signifikan memperlambat laju permeasi mereka ke dalam kemasan.
Industri farmasi diatur secara ketat untuk memastikan keamanan dan kualitas produk. Kepatuhan terhadap standar internasional adalah wajib.
United States Pharmacopeia (USP) bab <671> menyediakan metodologi standar untuk menguji kinerja kemasan, termasuk klasifikasi berdasarkan kemampuan perlindungannya terhadap kelembaban.
Pedoman dari International Council for Harmonisation (ICH) dan standar dari ASTM International memberikan kerangka kerja untuk pengujian stabilitas dan karakterisasi material kemasan.
Menentukan ketebalan yang optimal memerlukan pendekatan sistematis yang menyeimbangkan antara perlindungan, biaya, dan persyaratan lainnya.
Pahami seberapa sensitif produk obat Anda terhadap kelembaban, oksigen, dan cahaya. Ini akan menentukan tingkat perlindungan yang diperlukan.
Lakukan pengujian WVTR dan OTR pada kandidat material kemasan untuk memverifikasi kinerjanya.
Pilih solusi yang paling hemat biaya yang masih memenuhi persyaratan perlindungan. Pertimbangkan juga dampak lingkungan dari material yang dipilih.
Validasi sistem kemasan yang dipilih melalui studi stabilitas dan dokumentasikan semua temuan untuk kepatuhan regulasi.
Bagian ini menjawab pertanyaan umum seperti “Apakah lebih tebal selalu lebih baik?” dan “Bagaimana cara menguji ketebalan film?”.
Menguasai ilmu di balik ketebalan film barrier bukan hanya tentang kepatuhan, tetapi tentang memastikan bahwa setiap dosis obat yang sampai ke pasien aman dan efektif.
Daftar sumber daya, termasuk standar USP, pedoman ICH, dan publikasi industri yang relevan.

Pengiriman Produk
Ke Seluruh Indonesia
Gratis Ongkir
S & K Berlaku
Garansi Produk
Untuk Produk Tertentu
Customer Support
Konsultasi & Technical
Distributor Resmi AMTAST di Indonesia
AMTAST Indonesia di bawah naungan Ukurdanuji (CV. Java Multi Mandiri) merupakan distributor resmi AMTAST di Indonesia. AMTAST adalah brand instrumen pengukuran dan pengujian ternama yang menyediakan berbagai macam alat ukur dan uji untuk laboratorium dan berbagai industri sesuai kebutuhan Anda.