
Proses Panen dan Pasca Panen Kedelai – Kacang kedelai merupakan jenis tanaman yang termasuk dalam keluarga polong – polongan. Pemanfaatan kacang kedelai ini banyak diolah menjadi makanan seperti kecap, tahu, dan tempe. Menurut catatan sejarah, kacang kedelai ini sudah mulai dibudidayakan sejak dari 3500 tahun yang lalu di Asia Timur.

Sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia dipasok dari tanaman kedelai ini yang telah dipanen biji kacang kedelainya. Saat ini Amerika Serikat merupakan pemasok terbesar kacang kedelai di dunia dan baru mulai dibudidayakan masyarakat di luar Asia mulai dari tahun 1910.
Untuk mendapatkan kacang kedelai yang baik dalam kualitas dan kuantitasnya maka diperlukan proses pemanenan dan pasca panen yang baik. Sering kali kacang kedelai berkurang kualitas dan kuantitasnya karena pengolahan pasca panen yang kurang baik.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, berikut adalah proses panen dan pasca panen kedelai yang baik :
Tahap Pemanenan
Tahapan pemanenan ini dilakukan berdasarkan umur panen sesuai dengan jenis varietas dan tanda fisiknya. Untuk mendapatkan hasil panen yang baik lebih baik menggunakan sabit bergerigi dan sebaiknya bersihkan gulma atau ilalang terlebih dahulu agar tidak ada hasil panen yang tertinggal.
Tanaman kacang kedelai yang sudah siap panen adalah sebagai berikut :
Tahap Pengangkutan
Proses pengangkutan ini dapat dilakukan menggunakan bantuan sepeda motor, gerobak atau di pikul.
Cara pengankutan berangkasan kedelai antara lain :
Tahap Pengeringan
Tahap pengeringan ini dapat dilakukan menggunakan dua cara, yaitu :
Pengeringan dengan menggunakan sinar matahari
Pengeringan berangkasan kedelai menggunakan Mesin Pengering (dryer )
Proses pengeringan ini dilakukan untuk menurunkan kadar air pada kacang kedelai. Biasanya untuk pengeringan dalam skala besar, petani akan menggunakan alat ukur guna mengukur kadar air dengan tepat. Biasanya petani akan menggunakan alat ukur kadar air atau moisture meter untuk mengukur tingkat kadar air kacang kedelai.
Salah satu alat ukur yang terbaik dengan keakurasian yang tinggi adalah Moisture Meter JV006. Alat ini akan sangat membantu dalam pengukuran kadar air kacang kedelai.
Tahap Perontokan
Tahap perontokan ini dapat dilakukan menggunakan tongkat pemukul (batang pelepah kelapa dan rotan), selain itu juga bisa dilakukan dengan menginjak – injaknya. Selain dengan cara tradisional, perontokan ini juga dapat dilakukan menggunakan mesin perontok atau power threser. Perontokan yang dilakukan menggunakan mesin perontok atau power threser ini memiliki berbagai keunggulan seperti :
Penyimpanan
Tahap paling akhir dalam pengolahan pasca panen kedelai ini adalah penyimpanan. Sebelum biji kedelai disimpan perlu untuk disortasi atau dibersihkan terlebih dahulu untuk memisahkan biji yang rusak, biji gepeng, atau yang ukurannya terlalu kecil.
Proses penyimpanan ini sendiri dilakukan dengan cara berikut :
Demikian adalah proses panen dan pasca panen kacang kedelai untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal.

Pengiriman Produk
Ke Seluruh Indonesia
Gratis Ongkir
S & K Berlaku
Garansi Produk
Untuk Produk Tertentu
Customer Support
Konsultasi & Technical
Distributor Resmi AMTAST di Indonesia
AMTAST Indonesia di bawah naungan Ukurdanuji (CV. Java Multi Mandiri) merupakan distributor resmi AMTAST di Indonesia. AMTAST adalah brand instrumen pengukuran dan pengujian ternama yang menyediakan berbagai macam alat ukur dan uji untuk laboratorium dan berbagai industri sesuai kebutuhan Anda.