Ciri Ciri Tanah Subur

Ciri Ciri Tanah Subur – Tanah subur merupakan keinginan para petani karena tanaman mampu tumbuh dengan maksimal di atasnya. Tanah pertanian yang tidak subur pun harus dibuat menjadi subur terlebih dahulu sebelum digunakan agar tanaman tidak merana. Berikut merupakan beberapa ciri-ciri yang menggambarkan kondisi tanah yang subur.

tanah subur

Ciri Ciri Tanah Subur

1. Faktor Fisik

Apabila dilihat dari faktor fisik, tanah yang subur dapat diamati dari kondisinya yang gembur. Bila tanah tidak gembur, maka perlu menggemburkannya terlebih dahulu dengan pembalikan tanah, baik dicangkul ataupun dibajak. Pembalikan tanah perlu dilakukan sebelum tanah digunakan untuk bertanam, biasanya berlangsung sekitar dua minggu sebelum tanam.

Pembalikan tanah akan menyebabkan pertukaran udara di dalam tanah sehingga gas racun akan menguap kemudian digantikan dengan oksigen. Bibit penyakit, hama, dan juga gulma yang berada di dalam tanah akan mati karena terkena sinar matahari, cangkul, atau terinjak.

2. Faktor Kimia

Tanah subur mempunyai kandungan unsur hara yang cukup, akan tetapi jumlah unsur hara di dalam tanah cukup terbatas. Oleh sebab itu, perlu diberikan pupuk dasar berupa pupuk kandang dan juga kompos untuk menambah unsur hara. Pupuk kandang yang terbuat dari kotoran ternak memiliki fungsi menambah unsur hara N, P, dan K.

Kondisi pH tanah juga dapat mempengaruhi kadar unsur hara di dalam tanah. Pada tanah yang asam biasanya banyak kandungan unsur besi, tembaga, dan juga mangan. Jika pH tanah tidak segera diperbaiki, tanaman dapat teracuni oleh kadar unsur-unsur yang terlalu berlebihan tersebut.

Pada tanah dengan pH asam ataupun alkali akan menyebabkan fosfor terikat pada komponen tanah sehingga akar sulit menyerap unsur fosfor tersebut. Sementara itu, pada tanah yang netral dan alkali, unsur kalium, magnesium, kalsium, dan molidberum banyak tersedia dan mudah diserap oleh akar.

3. Faktor Biologis

Tanah yang subur biasanya memiliki kandungan banyak bahan organik serta jasad hidup. Bahan organik tersebut akan dihancurkan oleh mikroorganisme menjadi senyawa anorganik yang mudah diserap oleh tanaman. Bahan organik yang dimaksud yakni daun yang sudah rontok, jerami, sekam, bangkai binatang, pupuk kandang, kotoran binatang, dan lain-lain. Sementara itu, jasad hidup yang dimaksud yaitu bakteri, cendawan, semut, rayap, dan cacing.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Main Menu