Penanganan Pasca Panen Jagung

Penanganan Pasca Panen Jagung – Jagung yang telah dipanen perlu melewati beberapa tahap pengolahan agar jagung siap di konsumsi. Tujuan akhir dari pemanfaatan jagung akan mempengaruhi proses pengolahannya. Jagung yang akan digunakan untuk konsumsi manusia tentu berbeda pengolahannya dengan yang akan digunakan sebagai pakan ternak. Beberapa proses tersebut adalah sebagai berikut :

Kadar Air Jagung Kering

Pengupasan Atau Pengopekan

Setelah dipanen maka jagung akan dikupas atau dikopek kulitnya, proses ini juga memperhatikan tujuan pengolahan jagung. Pengopekan jagung semi (baby corn) ini dilakukan hingga kulit jagung muda pada pangkal tongkol jagung disisakan setidaknya 5 – 7 cm dimana rambut-rambut jagungnya dibersihkan.

Namun jagung yang akan digunakan untuk dimasak dapat dikopek hingga bersih atau tidak usah dikopek sama sekali, hal ini juga sama untuk jagung yang akan dikonsumsi baik direbus atau bakar. Berbeda lagi dengan jagung yang akan digunakan sebagai bibit kering maka jagung akan dikopek hingga bersih untuk kemudian dikeringkan. Namun ada juga yang mengopeknya dengan mengupas kulitnya kemudian ditarik sampai ketongkolnya. Proses awal ini bertujuan untuk menurunkan kadar air dan kelembaban pada jagung.

Pengeringan Jagung
Untuk dapat disimpan dalam waktu yang lama hingga proses penjualan jagung ini perlu untuk dikeringka, dimana pengeringan ini dapat dilakukan dalam beberapa kondisi yaitu :

  • Dikeringkan di tongkol dengan kulit pada tanaman jagung
  • Cara ini dilakukan tanpa memotong jagung dati tangkai tanamannya, kulit jagung tidak dikupas. Hal ini bertujuan agar sinar matahari tidak terhalang hingga proses pembuangan daunnya.
  • Dikeringkan di tongkol dengan kulit dikupas pada tanaman jagung
    Pengeringan dengan model ini dengan cara jagung tidak dipotong dari batang tanaman, kulit jagung dikupas namun tetap menempel pada pangkal batang buah. Tujuan dari cara ini juga sama dengan cara sebelumnya.
  • Dikeringkan di tongkol dengan kulitnya (klobotnya)
    Pengeringan ini dilakukan dengan memotong jagung dari tangkainya namun tidak mengupas kulitnya dalam pengeringannya.
  • Dikeringkan di tongkol dengan kulit sudah dikupas (dikopek)
    Pengeringan model ini adalah dengan cara mengupas kulit buah yang dari jagung yang telah dipotong dari pohonnya. Pengupasan kulit jagung ini ada yang dikupas hingga bersih dan ada yang ditinggalkan pada tongkolnya.
  • Dikeringkan sudah berupa jagung pipilan
    Pengeringan ini dilakukan tentu jagung telah dipotong dari pohonnya, dikupas dan sudah dipipilkan dari tongkolnya baru kemudian untuk dikeringkan.

Proses pengeringan ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara alami yang menggunakan sinar matahari dan cara buatan. Biasanya pengeringan jagung bertongkol dilakukan hingga kadar airnya 18-20%, sedangkan pengeringan jagung pipil dianjurkan dilakukan hingga kadar airnya mencapai 13-14%. Biasanya kadar air jagung ini diukur dengan menggunakan alat ukur kadar air jagung atau Moisture Meter JV006.

Pemipilan Biji Jagung
Pemipilan biji jagung ini tentu bertujuan untuk mempermudah proses pengolahan jagung. Proses pemipilan ini dapat dilakukan menggunakan cara manual dengan menggunakan tangan atau menggunakan alat yang semi modern.

Pembersihan
Jagung yang telah dipipil ini tentu perlu untuk dibersihkan, biasanya pemipilan yang menggunakan mesin maka perlu melewati proses pembersihan dari kotoran – kotoran seperti tanah, batu kerikil, pasir dan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *