Pengertian Biogas dan Sejarahnya

Pengertian Biogas – Kita tentu tahu bahwa isu pemanasan global setiap tahunnya semakin mengkhawatirkan, salah satu penyebabnya karena eksploitasi penggunaan energi. Karenanya pencarian energi alternatif semakin digiatkan sebagai salah satu upaya penyelamatan bumi. Biogas seperti energi panas bumi, air, angin, dsb dapat menjadi alternatif yang disarankan para ahli. Lantas apa sebenarnya biogas itu? mari kita simak pembahasan berikut.

Pengertian Biogas dan Sejarahnya

Pengertian Biogas

Biogas adalah suatu gas yang terbentuk karena aktivitas anaerobik maupun fermentasi dari bahan organik seperti kotoran, limbah domestik, hingga limbah / sampah biodegradable dalam kondisi anaerobik. Sumber energi biogas ini mempunyai kandungan utama yaitu karbondioksida dan metana. Bila diolah dan dikembangkan dengan benar, maka biogas dapat menjadi sumber energi alternatif di masa depan.

Diharapkan kedepannya energi yang dihasilkan dari biogas ini dapat diterapkan pada kendaraan, kebutuhan rumah tangga hingga kebutuhan listrik untuk skala industri. Bahkan biogas dapat menjadi bahan bakar minyak yang lebih spesifik apabila diolah kembali dengan baik. Manfaat biogas yang sudah mulai dapat dirasakan adalah pemanfaatannya sebagai pengganti gas elpiji untuk memasak.

Sejarah Biogas

Masyarakat sejak dahulu diperkirakan telah menggunakan biogas yang berasal dari gas metana untuk menghasilkan panas atau api di zaman kerajaan Mesir, China hingga Roma. Akan tetapi proses fermentasi secara ilmiah untuk menghasilkan gas methan pertama kali ditemukan pada tahun 1776 oleh Alessandro Volta.

Kemudian pada tahun 1806 William Henry berhasil mengidentifikasi gas yang dapat terbakar. Setelah itu pada tahun 1882 untuk pertama kalinya berhasil diperlihatkan asal mikrobiologis yang membentuk methan oleh Louis Pasteur dan Tappeiner. Barulah pada tahun 1900 alat penghasil biogas secara anaerobik untuk pertama kalinya ditemukan. Pada masa perang dunia kedua sekitar akhir abad ke 19, riset untuk menggunakan gas methan sebagai biogas mulai dilakukan oleh Jerman dan Perancis.

Pada masa perang dunia kedua di Inggris dan negara di benua Eropa lainnya banyak petaninya yang membuat alat berukuran kecil yang menghasilkan biogas untuk menggerakkan traktornya. Namun pada tahun 1950 banyak petani yang meninggalkan biogas karena semakin mudahnya dalam mendapatkan bahan bakar minyak dengan harga yang murah.

Namun banyak negara berkembang membutuhkan sumber energi murah, akan tetapi jarang tersedia. Karenanya sejak abad ke 19, di India produksi biogas terus dikembangkan dan diproduksi. Hal ini juga dilakukan di berbagai negara seperti Taiwan, Papua Nugini, Filipina, Korea hingga China dan Jerman juga melakukannya.

Biogas dan Aktivitas Anaerobik

Dalam pengolahan limbah biodegradable, aktivitas anaerobik yang menghasilkan biogas sudah sangat populer. Sebab dari aktivitas ini dapat menghasilkan 3 keuntungan yaitu :

  • Menghancurkan bakteri patogen
  • Mengurangi volume atau jumlah limbah buangan di lingkungan
  • Menghasilkan bahan bakar berupa biogas

Dibandingkan dengan pembakaran batubara, pembakaran metana dalam biogas akan jauh lebih bersih. Selain itu metana akan menghasilkan energi yang lebih besar dengan emisi karbondioksida yang lebih sedikit. Selain itu biogas juga diyakini dapat membantu menekan pemanasan global karena rendahnya tingkat emisi yang dihasilkan. Kini banyak negara yang berusaha meningkatkan pengembangan biogas baik dari limbah cair maupun padat sebagai sumber energi alternatif.

Biogas dan Gas Alam

Bahkan biogas dapat memiliki karakteristik yang sama dengan gas alam apabila proses pembersihannya dapat dilakukan dengan baik. Bila hal ini berhasil dilakukan maka produsen biogas dapat langsung menjual biogasnya ke jaringan distributor gas. Karenanya kandungan air, hidrogen sulfida dan partikulat harus dihilangkan lebih dulu dari biogas untuk menghasilkan gas yang sangat bersih.

Selain itu untuk mencapai gas kualitas pipeline maka kandungan karbondioksidanya harus dihilangkan lebih dulu. Apabila masih kurang bersih maka biogas akan dicampur dengan gas alam agar pembakarannya menghasilkan gas yang benar-benar bersih. Apabila biogas sudah bersih dan berkualitas pipeline maka baru disebut dengan gas alam terbaharui.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Main Menu