Proses Panen dan Pasca Panen Kedelai

Proses Panen dan Pasca Panen Kedelai – Kacang kedelai merupakan jenis tanaman yang termasuk dalam keluarga polong – polongan. Pemanfaatan kacang kedelai ini banyak diolah menjadi makanan seperti kecap, tahu, dan tempe. Menurut catatan sejarah, kacang kedelai ini sudah mulai dibudidayakan sejak dari 3500 tahun yang lalu di Asia Timur.

Proses Panen dan Pasca Panen Kedelai

Sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia dipasok dari tanaman kedelai ini yang telah dipanen biji kacang kedelainya. Saat ini Amerika Serikat merupakan pemasok terbesar kacang kedelai di dunia dan baru mulai dibudidayakan masyarakat di luar Asia mulai dari tahun 1910.

Untuk mendapatkan kacang kedelai yang baik dalam kualitas dan kuantitasnya maka diperlukan proses pemanenan dan pasca panen yang baik. Sering kali kacang kedelai berkurang kualitas dan kuantitasnya karena pengolahan pasca panen yang kurang baik.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, berikut adalah proses panen dan pasca panen kedelai yang baik :

Tahap Pemanenan
Tahapan pemanenan ini dilakukan berdasarkan umur panen sesuai dengan jenis varietas dan tanda fisiknya. Untuk mendapatkan hasil panen yang baik lebih baik menggunakan sabit bergerigi dan sebaiknya bersihkan gulma atau ilalang terlebih dahulu agar tidak ada hasil panen yang tertinggal.

Tanaman kacang kedelai yang sudah siap panen adalah sebagai berikut :

  • Sudah matangnya tanaman kedelai (Hal ini berdasarkan jenis varietas kedelai) yaitu sedikitnya 95% polong pada batang utama telah berwarna kuning kecoklatan (Warna polong yang sudah masak)
  • Batang tanaman sudah mengering dan daunnya sudah rontok
  • Kadar air kacang kedelai sekitar 25 % dan kulit polongnya mudah terkelupas
  • Proses panen yang baik biasanya dilakukan saat matahari bersinar (cerah dan tidak hujan) biasanya dimulai pada jam 9 pagi
  • Alat panen yang biasa digunakan disini adalah Sabit bergerigi, Sabit Biasa, Golok, dan gatul.

Tahap Pengangkutan
Proses pengangkutan ini dapat dilakukan menggunakan bantuan sepeda motor, gerobak atau di pikul.
Cara pengankutan berangkasan kedelai antara lain :

  • Kumpulkan Berangkasan kedelai di atas terpal
  • Berangkasan kedelai kemudian di tutupi oleh terpal kemudian ikatlah menggunakan tali
  • Setelah itu berangkas kedelai ini siap untuk diangkut menggunakan cara Anda sendiri

Tahap Pengeringan
Tahap pengeringan ini dapat dilakukan menggunakan dua cara, yaitu :

Pengeringan dengan menggunakan sinar matahari

  • Susun berangas kedelai yang akan dijemur dengan ketebalan 20 cm di atas lantai jemur/terpal, buat berangas ini hingga merata pada seluruh permukaan
  • Selama pengeringan sebaiknya balik berangas ini setidaknya 2 jam sekali, hal ini dilakukan untuk mendapatkan tingkat kadar air hingga 17 % yang di tandai dengan mudahnya polong pecah
  • Pengeringan dilakukan 2 – 3 hari dengan sinar matahari yang terik atau tidak terganggu hujan atau mendung

Pengeringan berangkasan kedelai menggunakan Mesin Pengering (dryer )

  • Kapasitas dryer ini sebesar 1 ton. Berangkasan kedelai ini dikeringkan dengan waktu pengeringan sekitar 6 – 8 jam. Proses pengeringan menggunakan mesin ini dilakukan dengan suhu 60 derajat celcius

Proses pengeringan ini dilakukan untuk menurunkan kadar air pada kacang kedelai. Biasanya untuk pengeringan dalam skala besar, petani akan menggunakan alat ukur guna mengukur kadar air dengan tepat. Biasanya petani akan menggunakan alat ukur kadar air atau moisture meter untuk mengukur tingkat kadar air kacang kedelai.
Salah satu alat ukur yang terbaik dengan keakurasian yang tinggi adalah Moisture Meter JV006. Alat ini akan sangat membantu dalam pengukuran kadar air kacang kedelai.

Tahap Perontokan
Tahap perontokan ini dapat dilakukan menggunakan tongkat pemukul (batang pelepah kelapa dan rotan), selain itu juga bisa dilakukan dengan menginjak – injaknya. Selain dengan cara tradisional, perontokan ini juga dapat dilakukan menggunakan mesin perontok atau power threser. Perontokan yang dilakukan menggunakan mesin perontok atau power threser ini memiliki berbagai keunggulan seperti :

  • Akan mengefisienkan tenaga, waktu dan biaya
  • Tingkat kotoran rendah hanya 5 %
  • Susut tercecer rendah hanya 5 %

Penyimpanan
Tahap paling akhir dalam pengolahan pasca panen kedelai ini adalah penyimpanan. Sebelum biji kedelai disimpan perlu untuk disortasi atau dibersihkan terlebih dahulu untuk memisahkan biji yang rusak, biji gepeng, atau yang ukurannya terlalu kecil.

Proses penyimpanan ini sendiri dilakukan dengan cara berikut :

  • Setelah disortasi dan dibersihkan, biji kedelai ini disimpan dalam karung goni yang dilapisi karung plasik untuk disimpan dalam jangka waktu tertentu
  • Penyimpanan biji kedelai dengan karung dilakukan agar biji kedelai tidak rusak dalam pengankutan dan terhindar dari pembusukan
  • Biji kedelai disimpan dalam suhu kamar 27 derajat celcius dengan kadar air sekitar 12%

Demikian adalah proses panen dan pasca panen kacang kedelai untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *