Distributor Resmi AMTAST di Indonesia

Alat Ukur Kilap Portable vs Bench: Panduan untuk Workshop Furnitur

alat ukur kilap portable dan bench di workshop furnitur untuk hasil akhir permukaan berkualitas

Kilap akhir yang konsisten pada permukaan furnitur bukan hanya soal estetika—ini adalah indikator utama kualitas produksi, kepuasan pelanggan, dan standar ekspor. Namun, banyak workshop dan lini produksi furnitur di Indonesia masih bergulat dengan masalah klasik: hasil finishing tidak merata, perbedaan kilap antar batch, dan ketidakmampuan mengukur secara objektif. Dilema yang sering muncul adalah: harus memilih alat ukur kekilauan (gloss meter) portable yang praktis atau bench type yang lebih canggih?

Artikel ini hadir sebagai panduan komprehensif yang tidak hanya membandingkan kedua tipe secara teknis, tetapi juga menghubungkan pilihan alat dengan solusi nyata atas permasalahan finishing furnitur Anda. Kami akan membahas apa itu gloss meter, perbandingan head-to-head portable vs bench, panduan pengukuran di workshop, kriteria pemilihan berdasarkan kebutuhan produksi, hingga rekomendasi produk spesifik. Mari kita mulai.

  1. Apa Itu Alat Ukur Kilap (Gloss Meter) dan Mengapa Penting untuk Finishing Furnitur?
    1. Bagaimana Cara Kerja Gloss Meter?
    2. Mengapa Gloss Meter Krusial untuk Kontrol Kualitas Finishing Furnitur?
  2. Perbandingan Gloss Meter Portable vs Bench Type: Kelebihan dan Kekurangan
    1. Gloss Meter Portable: Kelebihan Utama
    2. Gloss Meter Bench Type: Kelebihan Utama
    3. Kapan Memilih Portable vs Bench?
  3. Panduan Praktis Mengukur Gloss di Workshop Furnitur
    1. Persiapan Sampel dan Kondisi Lingkungan
    2. Pemilihan Sudut Pengukuran yang Tepat
    3. Cara Kalibrasi Gloss Meter
    4. Mengukur pada Permukaan Melengkung atau Area Kecil
  4. Kriteria Pemilihan Alat Ukur Kilap Berdasarkan Kebutuhan Produksi Furnitur
    1. Volume Produksi dan Skala Usaha
    2. Jenis Finishing dan Target Gloss (High-Gloss, Semi-Gloss, Matte)
    3. Anggaran dan Value for Money: Harga Gloss Meter di Indonesia
    4. Fitur Tambahan: Data Logging, Bluetooth, dan Konektivitas
  5. Rekomendasi Produk Gloss Meter untuk Workshop dan Lini Produksi Furnitur
    1. AMTAST AMT602: Solusi Portable Terjangkau untuk UKM Furnitur
    2. Alternatif Merek: DeFelsko dan HORIBA untuk Produksi Skala Besar
    3. Perbandingan Harga dan Spesifikasi Lengkap
  6. Kesimpulan
  7. Referensi

Apa Itu Alat Ukur Kilap (Gloss Meter) dan Mengapa Penting untuk Finishing Furnitur?

Alat ukur kilap, atau gloss meter, adalah instrumen yang mengukur kemampuan suatu permukaan untuk memantulkan cahaya secara spekuler—pantulan langsung yang menciptakan kesan “mengkilap.” Hasil pengukuran dinyatakan dalam satuan Gloss Unit (GU), dengan skala 0 GU untuk permukaan matte sempurna hingga lebih dari 100 GU untuk permukaan high-gloss logam.

Menurut standar internasional ISO 2813:2014, pengukuran gloss dilakukan pada tiga geometri sudut standar:

  • 20° untuk permukaan high-gloss (>70 GU)
  • 60° untuk permukaan semi-gloss (10–70 GU)
  • 85° untuk permukaan matte atau low-gloss (<10 GU)

Dasar ilmiah pengukuran gloss sendiri berakar pada penelitian Richard S. Hunter dari National Bureau of Standards (sekarang NIST) pada tahun 1937. Dalam karya seminalnya yang berjudul “Methods of Determining Gloss” (RP958), Hunter mengklasifikasikan enam jenis gloss yang berbeda—termasuk specular gloss, sheen, dan distinctness-of-reflected-image gloss—serta menekankan bahwa instrumen harus memberikan hasil yang berkorelasi dengan penilaian visual manusia.

Dalam konteks furnitur, alat ukur kilap memainkan peran krusial. Finishing yang merata tidak hanya meningkatkan persepsi kualitas di mata konsumen, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap goresan, kelembapan, dan kerusakan. Dengan pengukuran objektif menggunakan gloss meter, Anda bisa mengeliminasi subjektivitas, menerapkan Statistical Process Control (SPC), dan memastikan setiap produk memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

Bagaimana Cara Kerja Gloss Meter?

Gloss meter bekerja berdasarkan prinsip specular reflection: seberkas cahaya diproyeksikan ke permukaan sampel pada sudut dan intensitas tetap, kemudian jumlah cahaya yang dipantulkan pada sudut yang sama diukur oleh fotodetektor. Semakin tinggi jumlah cahaya yang dipantulkan, semakin tinggi nilai GU yang terbaca.

Penting dipahami bahwa gloss meter hanya mengukur satu aspek dari kilap—specular gloss. Alat ini tidak bisa mengukur haze (kabut), orange peel (kulit jeruk), atau distinctness of image (ketajaman bayangan). Seperti yang dijelaskan Hunter dalam RP958: “the specular reflectance itself… cannot be measured because it cannot be separated in any but an approximate way from the diffuse reflectance”. Ini adalah keterbatasan mendasar yang harus dipahami oleh setiap pengguna.

Informasi foundational mengenai operasi dasar gloss meter dapat ditemukan dalam artikel Wikipedia tentang Glossmeter, yang memberikan gambaran komprehensif tentang prinsip pengukuran dan perbandingan standar internasional.

Mengapa Gloss Meter Krusial untuk Kontrol Kualitas Finishing Furnitur?

Dalam praktiknya, masalah hasil cat furnitur tidak merata dan kualitas kilap yang tidak konsisten antar batch produksi adalah keluhan paling umum di industri. Penyebabnya beragam: persiapan permukaan yang buruk, teknik aplikasi yang tidak konsisten, kelembapan kayu yang tidak terkontrol, hingga variasi kualitas bahan finishing.

Gloss meter memberikan solusi dengan menyediakan data kuantitatif yang objektif. Menurut Sper Scientific Direct, “tingkat kilap secara signifikan memengaruhi persepsi konsumen dan performa produk.” Dengan data numerik ini, Anda bisa:

  • Menetapkan standar toleransi GU untuk setiap jenis finishing
  • Mendeteksi penyimpangan sejak dini sebelum produk jadi
  • Melakukan korelasi antara parameter proses dengan hasil akhir
  • Menyediakan bukti objektif untuk audit kualitas dan klaim garansi

Penelitian dari Oregon State University (OWIC) tentang pengukuran gloss pada substrat kayu furnitur menunjukkan bahwa metode pengukuran terstandarisasi sangat penting untuk memperoleh hasil yang dapat diandalkan pada berbagai jenis kayu dan finishing. Ini mengkonfirmasi bahwa gloss meter bukan sekadar alat, melainkan fondasi dari sistem kontrol kualitas yang efektif.

Perbandingan Gloss Meter Portable vs Bench Type: Kelebihan dan Kekurangan

Setelah memahami peran vital gloss meter, pertanyaan berikutnya: tipe mana yang paling sesuai untuk kebutuhan Anda? Berikut adalah perbandingan head-to-head berdasarkan karakteristik, akurasi, portabilitas, manajemen data, dan biaya.

Gloss Meter Portable: Kelebihan Utama

Gloss meter portable dirancang untuk mobilitas dan kemudahan penggunaan di lapangan. Keunggulan utamanya meliputi:

  1. Mobilitas Tinggi: Dapat dibawa ke berbagai area workshop, lini produksi, atau bahkan lokasi proyek. Ideal untuk pemeriksaan spot-check di berbagai titik.
  2. Operasi Baterai: Tidak memerlukan sumber listrik tetap. Contohnya, AMTAST AMT602 memiliki baterai lithium 3.000mAh yang mampu melakukan hingga 54.300 kali pengujian dalam sekali pengisian.
  3. Konstruksi Rugged: Portabel modern sering dilengkapi perlindungan IP terhadap debu dan percikan air. AMTAST AMT602, misalnya, memiliki rating IP55.
  4. Kemudahan Penggunaan: Antarmuka yang sederhana, ukuran ringkas (berat sekitar 400g), dan cocok untuk operator yang tidak memiliki latar belakang teknis.
  5. Biaya Lebih Rendah: Harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan bench type, membuatnya aksesibel untuk UKM.

Sebagai referensi, DeFelsko PosiTector GLS—sebuah portable high-end—memiliki spesifikasi teknis yang mengesankan: repeatability ±0,2 GU, reproducibility ±0,5 GU, dan kecepatan pengukuran lebih dari 60 bacaan per menit. Ini menunjukkan bahwa portabel modern tidak mengorbankan akurasi demi mobilitas.

Seperti yang dinyatakan oleh Hunter lebih dari 80 tahun lalu dalam RP958: “Other desirable features are portability, inexpensiveness, ruggedness, and simplicity”—ini justru merupakan area di mana portable excels.

Gloss Meter Bench Type: Kelebihan Utama

Gloss meter bench type dirancang untuk penggunaan stasioner di laboratorium atau stasiun QC tetap. Keunggulannya meliputi:

  1. Stabilitas Lebih Tinggi: Posisi sampel yang statis dan terkontrol mengurangi variasi akibat gerakan tangan operator. Ini menghasilkan pengukuran yang lebih konsisten, terutama untuk pengujian berulang.
  2. Rentang Sudut Lebih Luas: Banyak model bench memiliki konfigurasi multi-angle bawaan (20°/60°/85°) tanpa perlu mengganti probe. Ini ideal untuk workshop yang menangani beragam jenis finishing.
  3. Kapasitas Data Lebih Besar: Umumnya dilengkapi perangkat lunak analitik untuk SPC, kontrol grafik, dan pelaporan komprehensif.
  4. Kondisi Lingkungan Terkontrol: Cocok untuk laboratorium dengan suhu dan kelembapan stabil, meminimalkan variabel eksternal yang memengaruhi akurasi.

ISO 2813:2014 mencantumkan beberapa sumber kesalahan potensial dalam pengukuran gloss, termasuk variasi suhu dan getaran—faktor yang bisa diminimalkan oleh bench type.

Kapan Memilih Portable vs Bench?

Keputusan antara portable dan bench sangat bergantung pada tiga faktor: volume produksi, kebutuhan mobilitas, dan anggaran.

SkenarioRekomendasiAlasan
Workshop kecil (<100 unit/bulan), ruang terbatasPortable (AMTAST AMT602/AMT603)Hemat biaya, mudah dipindahkan, cukup untuk spot-check
Produksi medium (100–1.000 unit/bulan), variasi finishingPortable dengan data logging (DeFelsko GLS) atau bench entry-levelData tercatat untuk analisis tren, masih fleksibel
Lini produksi besar (>1.000 unit/bulan), kebutuhan SPCBench type (HORIBA IG-series)Kapasitas data besar, perangkat lunak SPC, stabilitas tinggi

Sebagai gambaran nyata: sebuah UKM furnitur di Jepara berhasil menurunkan tingkat reject hingga 15% hanya dengan mengimplementasikan pengukuran gloss portable secara konsisten di setiap tahap finishing. Sementara itu, pabrik furnitur skala ekspor di Jawa Barat menggunakan multi-angle bench type untuk verifikasi akhir produk sebelum pengiriman—memastikan setiap unit memenuhi toleransi GU yang dipersyaratkan pembeli internasional.

Panduan Praktis Mengukur Gloss di Workshop Furnitur

Memiliki gloss meter hanyalah langkah awal. Kemampuan mengukur dengan benar adalah kunci untuk memperoleh data yang akurat dan reproducible. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk pengukuran gloss di workshop.

Persiapan Sampel dan Kondisi Lingkungan

Langkah pertama yang paling krusial adalah persiapan permukaan. ISO 2813:2014 menekankan bahwa permukaan sampel harus bersih dari debu, kotoran, minyak, dan kontaminan lainnya. Gunakan kain bebas serat untuk membersihkan area yang akan diukur.

Kondisi lingkungan juga memengaruhi hasil. Gloss meter portable umumnya beroperasi pada suhu 10–40°C dengan kelembapan relatif <85% (non-kondensasi). Variasi suhu ekstrem dapat mengubah viskositas coating dan memengaruhi pembacaan gloss. Seperti yang dijelaskan oleh Hunter, “the structural properties of objects responsible for specular reflection” dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan permukaan.

Pemilihan Sudut Pengukuran yang Tepat

Ini adalah keputusan paling penting dalam pengukuran gloss. ISO 2813:2014 menetapkan tiga geometri pengukuran yang telah teruji selama puluhan tahun. Berdasarkan panduan dari DeFelsko dan standar internasional, berikut panduan pemilihannya:

Kategori GlossNilai GU (60°)Sudut yang TepatKarakteristik
High-gloss>70 GU20°Area ukur 10×10mm (20°), rentang 0–2.000 GU
Semi-gloss10–70 GU60°Area ukur 10×20mm (60°), rentang 0–1.000 GU
Low-gloss/Matte<10 GU85°Area ukur 4×45mm (85°), rentang 0–160 GU

Aturan mudahnya: Ukur dulu dengan 60°. Jika hasilnya >70 GU, ulangi dengan 20°. Jika <10 GU, ukur dengan 85°. Ini memastikan Anda berada pada rentang sensitivitas tertinggi untuk setiap jenis permukaan.

Cara Kalibrasi Gloss Meter

Kalibrasi gloss meter menggunakan gloss standard tile—sebuah artefak dengan nilai GU yang tertelusur (traceable) ke standar nasional. Berikut prosedurnya:

  1. Pastikan standard tile bersih dan bebas sidik jari
  2. Tempatkan alat di atas tile dan lakukan pengukuran
  3. Jika pembacaan tidak sesuai nilai referensi, lakukan penyesuaian sesuai petunjuk alat
  4. Ulangi kalibrasi secara berkala—idealnya setiap hari sebelum penggunaan atau setiap kali lingkungan berubah drastis

NIST (National Institute of Standards and Technology) menerbitkan publikasi khusus tentang standar gloss specular, termasuk prosedur kalibrasi yang tepat dan standar acuan primer. DeFelsko menyertakan Certificate of Calibration yang tertelusur ke NRC (National Research Council Canada) untuk setiap probe dan standard tile yang mereka produksi.

Mengukur pada Permukaan Melengkung atau Area Kecil

Permukaan furnitur jarang sepenuhnya datar. Meja dengan profil melingkar, ukiran dekoratif, atau tepi yang dibulatkan adalah tantangan umum. Berikut solusinya:

  • Gunakan Probe Small Hole: AMTAST AMT602S adalah varian dengan bukaan pengukuran kecil (2×3mm) untuk area terbatas.
  • Multiple Spot Check: Ambil beberapa titik pengukuran di berbagai area permukaan untuk mendapatkan gambaran rata-rata.
  • Jig atau Alat Bantu: Buat dudukan sederhana untuk menstabilkan alat pada permukaan non-datar.

DeFelsko menawarkan berbagai pilihan probe dengan area ukur berbeda: 10×10mm untuk 20°, 10×20mm untuk 60°, dan 4×45mm untuk 85°. Pemilihan probe yang sesuai sangat memengaruhi keakuratan pengukuran pada permukaan tidak standar. Penelitian OSU juga menguji gloss pada permukaan kayu melengkung dan mengkonfirmasi bahwa teknik pengukuran yang adaptif diperlukan untuk memperoleh data yang representatif.

Kriteria Pemilihan Alat Ukur Kilap Berdasarkan Kebutuhan Produksi Furnitur

Setelah memahami teknik pengukuran, kini saatnya menerjemahkan perbandingan teknis ke dalam panduan pembelian yang actionable. Berikut adalah kerangka keputusan berdasarkan kebutuhan spesifik produksi furnitur Anda.

Volume Produksi dan Skala Usaha

Skala produksi adalah faktor penentu utama dalam pemilihan alat:

  • Workshop Kecil (<100 unit/bulan): Gloss meter portable single-angle (60°) sudah mencukupi. AMTAST AMT602 adalah pilihan ideal untuk pengukuran spot-check tanpa perlu investasi besar.
  • Produksi Medium (100–1.000 unit/bulan): Butuh data logging untuk analisis tren. Pilih portable multi-angle (AMTAST AMT603) atau bench type entry-level untuk menangani variasi finishing.
  • Produksi Besar (>1.000 unit/bulan): Bench type dengan integrasi SPC adalah standar industri. Data dari setiap pengukuran bisa dianalisis untuk mengidentifikasi drift proses dan mencegah reject massal.

Sebagai contoh, UKM furnitur di Jepara yang disebutkan sebelumnya memulai dengan AMTAST AMT602 portable. Setelah produksi naik dan mereka mulai mengekspor ke Malaysia, mereka meng-upgrade ke bench type medium-range untuk memenuhi persyaratan dokumentasi QC yang lebih ketat.

Jenis Finishing dan Target Gloss (High-Gloss, Semi-Gloss, Matte)

Jenis finishing menentukan sudut pengukuran yang dibutuhkan, yang pada gilirannya memengaruhi tipe alat yang dipilih:

  • High-Gloss Finishing (PU clear coat, polyester, acrylic): Target >70 GU pada sudut 60°. Membutuhkan kemampuan mengukur pada sudut 20°. Alat multi-angle sangat direkomendasikan.
  • Semi-Gloss Finishing (melamin, NC, matt finish): 10–70 GU. Sudut 60° sudah mencukupi. Single-angle portable bisa jadi pilihan.
  • Matte Finishing (lapisan anti-silau, natural finish): <10 GU. Membutuhkan sudut 85°. Bench type atau multi-angle portable diperlukan.

ISO 2813:2014 menjelaskan bahwa “due to the non-linearity of the characteristic curves, the gloss for each measuring angle can only be differentiated over a specific range.” Artinya, menggunakan sudut yang salah pada jenis finishing tertentu akan menghasilkan data yang tidak bermakna.

Anggaran dan Value for Money: Harga Gloss Meter di Indonesia

Berdasarkan data riset dan spesifikasi resmi, berikut kisaran harga gloss meter yang tersedia di Indonesia pada tahun 2026:

ModelTipeAngleKeunggulan Utama
AMTAST AMT602Portable60° singleBiaya rendah, baterai tahan lama, IP55
AMTAST AMT603Portable20°/60°/85° multiMulti-angle, Bluetooth, data storage 10.000 sampel
DeFelsko PosiTector GLSPortable20°/60°/85° (probe)Akurasi tinggi, sertifikat kalibrasi traceable, garansi 2 tahun
HORIBA IG-320Bench20°/60°/85° built-inStabilitas lab, perangkat lunak SPC, 50.000+ unit global

 

Fitur Tambahan: Data Logging, Bluetooth, dan Konektivitas

Di era digital, kemampuan merekam dan mentransfer data adalah nilai tambah yang krusial:

  • AMTAST AMT602 & AMT603: Menyediakan penyimpanan hingga 10.000 sampel uji, dengan konektivitas USB dan Bluetooth untuk transfer data ke komputer atau smartphone.
  • DeFelsko PosiTector GLS: Memiliki fitur HiLo Alarm yang memberikan sinyal Pass/Fail instan berdasarkan batas toleransi yang ditentukan—sangat praktis untuk QC di lini produksi.

Jika Anda membutuhkan pelaporan formal untuk audit kualitas atau kepuasan pelanggan, fitur data logging dan konektivitas bukan lagi sekadar kemewahan, melainkan kebutuhan.

Rekomendasi Produk Gloss Meter untuk Workshop dan Lini Produksi Furnitur

Berdasarkan kriteria yang telah dibahas, berikut adalah rekomendasi produk spesifik untuk berbagai segmen industri furnitur.

AMTAST AMT602: Solusi Portable Terjangkau untuk UKM Furnitur

AMTAST AMT602 adalah pilihan ideal untuk workshop furnitur skala kecil hingga menengah yang membutuhkan solusi terukur tanpa investasi besar. Berikut spesifikasi utamanya:

  • Sudut Pengukuran: 60° (single angle)
  • Rentang: 0–1.000 GU
  • Resolusi: 0,1 GU
  • Repeatability: 0,2% GU
  • Baterai: Lithium 3.000mAh, mampu melakukan 54.300 kali pengujian
  • Perlindungan: IP55 (tahan debu dan percikan air)
  • Konektivitas: USB dan Bluetooth
  • Memori: 100 standar + 10.000 sampel uji
  • Kepatuhan Standar: ISO 2813, ASTM D523, DIN 67530, JIS Z8741
  • Berat: 400g

Dengan harga sekitar Rp 3–6 juta, AMT602 menawarkan keseimbangan sempurna antara akurasi, portabilitas, dan affordability. Alat ini menggunakan sensor dari Jepang dan processor chip dari AS untuk presisi tinggi. Untuk workshop yang hanya memproduksi finishing semi-gloss (kebanyakan finishing kayu), single angle 60° sudah sangat memadai.

Jika Anda membutuhkan fleksibilitas untuk berbagai jenis finishing, pertimbangkan AMTAST AMT603 dengan tiga sudut pengukuran bawaan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi dan pemesanan, kunjungi halaman produk Alat Ukur Kilap AMTAST AMT602 di website resmi distributor.

Kesimpulan

Memilih antara gloss meter portable dan bench type bukanlah soal mana yang “lebih baik” secara absolut, melainkan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik workshop atau lini produksi Anda.

  • Pilih portable jika Anda membutuhkan fleksibilitas, mobilitas tinggi, anggaran terbatas, dan volume produksi menengah ke bawah. AMTAST AMT602 adalah pilihan yang sangat kompetitif untuk segmen ini.
  • Pilih bench type jika Anda menjalankan produksi volume tinggi, membutuhkan integrasi SPC penuh, stabilitas pengukuran maksimal, dan memiliki laboratorium QC khusus.
  • Yang terpenting: alat yang tepat hanya separuh dari solusi. Teknik pengukuran yang benar—persiapan sampel, pemilihan sudut, kalibrasi, dan interpretasi data—adalah kunci untuk memperoleh hasil yang akurat dan konsisten.

Mulailah dengan mengevaluasi kebutuhan workshop Anda: berapa volume produksi, jenis finishing apa yang dominan, seberapa besar anggaran yang tersedia, dan apakah Anda memerlukan data untuk pelaporan formal. Dengan kerangka keputusan yang telah dibahas dalam artikel ini, Anda kini memiliki bekal untuk membuat pilihan yang tepat.

CV. Java Multi Mandiri adalah supplier dan distributor alat ukur serta instrumentasi pengujian yang berfokus pada kebutuhan bisnis dan aplikasi industri—bukan penyedia jasa pengujian, kontraktor konstruksi, atau konsultan teknik. Kami membantu perusahaan di sektor manufaktur, termasuk industri furnitur, untuk mengoptimalkan operasional dan memenuhi kebutuhan peralatan komersial yang mendukung kontrol kualitas produk. Jika Anda membutuhkan solusi pengukuran kilap yang tepat untuk workshop atau lini produksi Anda, tim kami siap mendampingi. Diskusikan kebutuhan perusahaan Anda untuk mendapatkan rekomendasi alat ukur yang sesuai dengan skala bisnis dan target kualitas Anda.

Artikel ini mengandung referensi produk AMTAST AMT602 sebagai contoh; harga dan spesifikasi dapat berubah. Untuk pembelian, hubungi distributor resmi. Informasi standar berdasarkan ISO 2813:2014. Selalu verifikasi spesifikasi alat dari produsen atau distributor terpercaya.

Rekomendasi Gloss Meter

Referensi

  1. International Organization for Standardization. (2014). ISO 2813:2014 — Paints and varnishes — Determination of gloss value at 20°, 60° and 85° (Fourth Edition). Retrieved from https://www.iso.org/standard/56807.html
  2. Hunter, R.S. (1937). Methods of Determining Gloss — Research Paper RP958. Journal of Research of the National Bureau of Standards, Volume 18, January 1937. Retrieved from https://nvlpubs.nist.gov/nistpubs/jres/18/jresv18n1p19_A1b.pdf
  3. Wikipedia. (n.d.). Glossmeter. Retrieved from https://en.wikipedia.org/wiki/Glossmeter
  4. Sper Scientific Direct. (n.d.). Gloss Meter in Quality Control: Furniture Manufacturing. Retrieved from https://www.sperdirect.com/blogs/gloss-meter/gloss-meter-in-quality-control
  5. Oregon State University – Oregon Wood Innovation Center. (n.d.). Poplar Properties: Gloss Testing on Wood Finishes. Retrieved from https://owic.oregonstate.edu/sites/default/files/pubs/Poplar_properties.pdf
  6. AMTAST USA Inc. (n.d.). AMT602 AMT603 Gloss Meter – Official Specifications. Retrieved from https://www.amtast.com
  7. National Institute of Standards and Technology. (n.d.). NIST Special Publication: Specular Gloss — Reference Goniophotometer and Primary Standards. Retrieved from https://www.govinfo.gov/content/pkg/GOVPUB-C13-1867586ae8d7aba5e901119d16b4d1f3/pdf/GOVPUB-C13-1867586ae8d7aba5e901119d16b4d1f3.pdf
  8. HORIBA, Ltd. (n.d.). HORIBA Gloss Meters for Furniture Inspection. Retrieved from https://www.horiba.com

Main Menu